1. Pendahuluan
Rekening Semantik untuk manufaktur ringan ditujukan bagi entitas yang memproduksi barang jadi secara internal, baik untuk pasar eceran maupun distribusi, termasuk:- pabrik kecil dan menengah (home industry, workshop, pabrikan regional),
- produsen makanan, minuman, pakaian, kerajinan, dan suku cadang,
- manufaktur dengan proses sederhana dan sistem biaya langsung (job order atau process costing).
- transparansi dalam alur biaya produksi,
- pencatatan stok bertingkat (bahan baku → barang dalam proses → barang jadi), dan
- pemisahan jelas antara biaya produksi, operasional, dan non-produksi.
2. Aset (Assets)
2.1 Kas dan Setara Kas
2.2 Piutang dan Uang Muka
2.3 Persediaan
Keterangan:
Akunwork_in_processdigunakan untuk mencatat biaya produksi yang belum selesai (unfinished goods).
2.4 Aset Tetap
2.5 Aset Pajak
3. Kewajiban (Liabilities)
3.1 Utang Usaha
3.2 Kewajiban Pajak
3.3 Kewajiban Lain-lain
4. Ekuitas (Equity)
Gunakan struktur umum:5. Pendapatan (Income)
5.1 Pendapatan Penjualan Barang Jadi
Penjelasan:
Pendapatan manufaktur umumnya objek PPh Non-Final,
namun Wajib Pajak kecil dengan omzet ≤ Rp4,8 M dapat menggunakan PPh Final 0,5% (PP 55/2022).
5.2 Pendapatan Jasa Produksi (Outsource)
5.3 Pendapatan Lain-lain
6. Beban (Expenses)
6.1 Beban Bahan Langsung
6.2 Beban Tenaga Kerja Langsung
6.3 Beban Overhead Pabrik
6.4 Beban Operasional Non-Produksi
6.5 Beban Pemasaran dan Penjualan
6.6 Beban Pajak
Penjelasan:
expenses.tax.final_05_percent.finaldigunakan hanya bagi Wajib Pajak yang masih menggunakan PPh Final 0,5%.
Bila sudah menjadi wajib pajak reguler, gunakanexpenses.tax.pph25.deductible.
7. Akun Penyesuaian (Adjustments)
Digunakan untuk mengakui perubahan nilai persediaan, biaya produksi yang belum selesai, atau pembebanan overhead ke produk jadi.
8. Akun Lain-lain (Miscellaneous)
9. Integrasi dengan Rekening Umum
| Rekening Umum | Rekening Manufaktur |
|---|---|
income.sales.product.retail.non_final | income.sales.product.domestic.non_final |
expenses.cogs.purchase_goods.deductible | expenses.production.material.raw.deductible |
assets.inventory.goods.finished | assets.inventory.finished_goods |
10. Contoh Transaksi
| Transaksi | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Pembelian bahan baku | assets.inventory.raw_material | liabilities.payable.supplier.material |
| Penggunaan bahan ke produksi | assets.inventory.work_in_process | assets.inventory.raw_material |
| Gaji tenaga kerja pabrik | expenses.production.labor.direct_wages.deductible | assets.cash.bank.bca |
| Biaya listrik pabrik | expenses.production.overhead.utility.electricity.deductible | assets.cash.bank.bri |
| Penyelesaian barang jadi | assets.inventory.finished_goods | assets.inventory.work_in_process |
| Penjualan barang jadi | assets.receivable.customer | income.sales.product.domestic.non_final |
| Pembayaran PPh 25 | expenses.tax.pph25.deductible | assets.cash.bank.bca |
11. Prinsip Umum Rekening Manufaktur
-
Alur Biaya Produksi:
- Semua biaya bahan, tenaga kerja, dan overhead dikumpulkan di
assets.inventory.work_in_process. - Setelah produk selesai, dipindahkan ke
assets.inventory.finished_goods. - Saat dijual, dikeluarkan melalui akun HPP.
- Semua biaya bahan, tenaga kerja, dan overhead dikumpulkan di
-
Tag Pajak:
- Gunakan
.non_finaluntuk usaha reguler. - Gunakan
.finalhanya jika masih dalam skema PPh Final 0,5%.
- Gunakan
-
Keterlacakan Biaya:
- Setiap elemen biaya dapat ditelusuri berdasarkan jenis (
material,labor,overhead).
- Setiap elemen biaya dapat ditelusuri berdasarkan jenis (
-
Integrasi Multi-Level:
- Cocok untuk sistem ERP sederhana dengan alur “Beli–Produksi–Jual”.
-
Kepatuhan Fiskal:
- Biaya produksi dan operasional bersifat deductible untuk penghitungan pajak penghasilan reguler.
